|
Steyl - Mai
2006
|
SSpSAP / SVD /
SSpS
|
Salam hangat dari kami team pusat AJSC di
Steyl. Biasanya kami mengirim BERITA AJSC setelah refleksi dan evaperca
kami di akhir semester bulan Juni-Juli dan Desember. Kali ini kami
mengirimnya lebih dahulu sehubungan dengan Kapitel General SVD yang mulai
berlangsung pada tanggal 4 Juni mendatang. Dua anggota kami akan membantu
kapitel general: Mike sebagai fasilitator dan Peter sebagai manejer
pelayanan umum Kapitel General.
Isi berita kali
ini
1.
Para Bruder adalah Bagian
dari Generasi Pendiri. 2. Br. Bernard -- wajah yang kurang dikenal dalam Folder
website kita. 3. Indonesia -- SESAJI
4. Kegiatan AJSC
5. Publikasi terbaru
6. Saling kontak.
1. Para Bruder adalah Bagian dari Generasi
Pendiri.
oleh
Matilde W. Sacardo
Selama
tinggal di Steyl sebagai anggota team pusat AJSC, saya mengalami bahwa
kehidupan para Bruder di rumah induk Steyl sangat mengesankan saya. Mereka
merupakan satu komunitas yang bahagia dan rajin berdoa, memberikan
kesaksian dengan kerja keras.
Ketika
saya merenung tentang kompleks bangunan di Steyl: Rumah Misi St. Mikael,
Rumah Biara SSpS, Rumah Biara SSpSAP, Rumah St. Gregorius (Rumah jompo
SVD) dan Bangunan Percetakan, saya sungguh mengagumi bahwa umumnya para
Bruderlah yang membangun rumah-rumah besar dan megah ini, membaktikan
hidup mereka untuk karya misi. Saya sempat bertanya diri: mengapa para
Bruder tidak dimasukkan dalam studi dan refleksi kita tentang sejarah
pendiri dan rekan pendiri kita?
Saya
lalu membuat sedikit penelitian tentang kehidupan para Bruder pertama
dalam serikat. Kami mencari beberapa informasi tentang Bruder pertama: Br.
Marcolinus Elskemper, dan menemukan bahwa ia mengikrarkan kaul pertama
pada tanggal 23 Mai 1881. Kasihan, kami tidak menemukan informasi lanjut
tentangnya, walaupun dibantu oleh P. Ommerborn, ketua Sekretariat Arnoldus
Janssen. Kemudian saya menemukan bahwa dua Bruder berikutnya, Robert
Schwerdtfeger dan Martin Juergens, mengikrarkan kaul pertama pada tanggal
30 April 1882. Robert yang kemudian bernama Br. Bernard adalah direktur
pertama percetakan di Steyl. Ia sangat berjasa untuk pengembangan
percetakan dan merupakan tangan kanan Bapa Pendiri di bidang percetakan.
Peranan para Bruder sungguh penting dalam pengembangan ketiga
kongregasi. Mereka juga banyak berperanan dalam gerakan retret untuk kaum
awam di Steyl. Tanpa mereka keluarga besar Steyl tidak berkembang secepat
seperti yang mereka lakukan pada awal. Dengan demikian para Bruderlah
merupakan batu-batu dasar keluarga besar Steyl. Pada permulaan Bapa
pendiri memikirkan para Bruder sebagai tenaga kerja untuk percetakan dan
bangunan; tetapi ia juga segera melatih para Bruder untuk karya misi
seberang lautan. Ia mengembangkan latihan untuk berbagai ketrampilan yang
memberikan sumbangan sangat berharga, seperti tukang pipa air, tukang
sepatu, tukang jahit, tukang kebun dan sebagainya. Mereka yang
mepromosikan majalah disapa sebagai ‘Reisebrüder’, mereka berjalan kaki
dari rumah ke rumah menjual majalah dan mencari dana untuk misi.
Pada
kesempatan pesta perak imamat Bapa Pendiri tahun 1886, pers Katolik memuat
berita berikut: “Seorang akan memperoleh kesan yang tak terlukiskan bila
mengikuti ibadat pagi dan ibadat sore bersama para calon misionaris. Rumah
misi berpenghuni 300-an. Di setiap tempat terlihat bersih dan teratur.
Para Bruder mengelolah percetakan, yang dilengkapi dengan mesin cetak
mutakhir. Terdapat juga bengkel untuk melukis dan mengukir patung dari
kayu. Percetakan, dapur dan penggilingan dilengkapi dengan tenaga uap”.
Bapa
Pendiri menanamkan dalam hati para Bruder kecintaan akan doa dan kualitas
kerja. Ia biasa berkata; “Tujuan utama para Bruder adalah karya misi”.
Cinta dan semangat untuk misi merupakan darah daging dalam diri mereka dan
antar mereka serta menghidupkan mereka. Dalam kesempatan perayaan perak
empat Bruder pertama, Bapa Arnold berkata: “Para Bruder adalah bagian dari
generasi pendiri”.
Rumah
misi Steyl mengalami kemajuan sangat pesat pada permulaan. Dalam tahun
1892 jumlah Bruder sudah mencapai 191 dan tahun 1908 berjumlah 312. Sampai
hari ini para Bruder tetap menjadi pelopor dalam karya misi dan
membaktikan diri mereka dengan penuh semangat untuk Kerajaan Allah dalam
keluarga besar Steyl.
2.
Br. Bernard -- Wajah yang
kurang dikenal dalam website kita
Bila
anda membuka Folder AJSC dalam website generalat SVD, anda akan melihat foto-foto dari ke enam
generasi pendiri kita. Kita sudah mengenal baik lima foto: St. Arnold, st.
Yosef, Beata Maria Helena dan Ibu Yosefa (keduanya rekan pendiri SSpS) dan
Ibu Michaela (rekan pendiri SSpSAP)
Foto
keenam barangkali kurang dikenal. Dialah Br. Bernard (Robert
Schwerdtfeger, 1859-1909), seperti disebut di atas. Ia datang ke Steyl
pada tanggal 4 Oktober 1878, sebagai calon Bruder kedua, walaupun pada
tahun itu perkembangan panggilan Bruder di rumah misi belum jelas. Bapa
Arnold hanya menerima selusin pembantu awam pertama; belum ada pemikiran yang jelas,
seperti apa bentuk keterlibatan misi mereka.
Bernard meminta isin untuk studi menjadi imam. Bapa Arnold
menganjurkan supaya ia terlebih dahulu meluangkan waktu beberapa bulan
bekerja pada sebuah bengkel sebelum membuat keputusan menjadi imam. Selama
bulan-bulan ini ia begitu tertarik dengan pekerjaannya, dan melihat ini
sebagai panggilannya menjadi seorang Bruder daripada menjadi imam.
Keputusannya ini mempunyai pengaruh yang besar untuk perkembangan serikat.
Ia menentukan arah gambaran baru bagi seorang Bruder awam –“orang-orang
yang sungguh berkualitas, yang terpanggil untuk membaktikan diri mereka
bagi karya misi lewat kerja keras”.
Ia
telah belajar ketrampilan membuat topi. Tapi Steyl tidak membutuhkan
seorang pembuat topi! Karena itu Bernard mendapat penempatan kerja pada
percetakan yang masih kecil dan sederhana. Ia segera menunjukkan bakatnya
yang istimewa untuk percetakan sehingga Bapa Arnold mengirimnya untuk latihan ketrampilan dalam
percetakan. Ia kembali ke Steyl dengan semangat besar. Ia membaharui
peralatan lama dan ia sangat pandai melatih para murid baru. Ketika ada
Bruder-Bruder lain yang datang membantu, ia memusatkan seluruh
perhatiannya pada mesin-mesin percetakan. Di sini ia menemukan dirinya
sesungguhnya. P. Abel dikenal sebagai orang berbakat dalam mengedit
majalah-majalah Steyl, namun Br. Bernardlah tenaga teknisnya. Mereka
merupakan satu team yang bagus. Ketika percetakan berkembang,
persoalan-persoalan baru muncul. Namun Br. Bernard sungguh siap
menghadapinya.
Ini
nampak jelas ketika tahun 1890 mesin turbin percetakan dipasang. Hanya
beberapa rumah percetakan seperti di Berlin dan Leipzig berani mengambil
langkah ini. Br. Bernard hanya berkata: “Jika mereka bisa, maka kita juga
bisa”. Bapa Arnold mempercayai keputusan Br. Bernard dan memberikan
persetujuannya. Memasang mesin yang begitu besar membawa banyak kesulitan;
dan hanya ketekunan Br. Bernardlah yang membawa sukses. Satu langkah maju
yang luar biasa dan menyanggupkan mereka untuk menghasilkan majalah yang
lebih bermutu dengan jumlah yang lebih banyak. Peredaran majalah bertambah
luar biasa sehinga satu mesin cetak tidaklah mencukupi. Maka dibeli mesin
cetak dengan dua warna, kemudian sebuah mesin cetak lagi dengan 5 warna.
Pemasangan mesin-mesin ini membawa banyak tugas baru baginya. Ia belajar
bagaimana menjalankan mesin-mesin tersebut, dan melatih para Bruder muda.
Dengan demikian muncul juga unit-unit kerja baru. Br. Bernardlah motor
dari seluruh perusahan ini. Tak suatupun menjadi sangat sulit baginya; ia
selalu berusaha untuk menjadikan percetakan lebih berhasil dan mempunyai
daya saing. Usaha besarnya yang terakhir adalah penggunaan tenaga listrik
untuk percetakan tahun 1908-1909.
Di
bawah pimpinannya percetakan yang kecil bertumbuh menjadi satu perusahan
besar yang mengagumkan; sejumlah Bruder yang berkualitas dilatih. Selama
25 tahun ia menjadi kepercayaan P. Arnold. Pada hari pemakaman Bapa
Pendiri sebuah gerobak besar tiba di Steyl membawa kertas-kertas untuk
percetakan. Br. Bernard membantu membongkar muatan. Setelah bekerja
membongkar mutan ini tangannya menjadi bengkak. Nampaknya pembengkakkan
ini mengakibatkan keracunan dalam darah. Dalam musim panas muncul sebuah
luka kecil pada kaki. Luka ini menyebabkan rasa sakit luarbiasa. Luka ini
sulit sembuh. Kemudian terjadi radang jantung. Ia meninggal pada tanggal
14 September 1909. Sejumlah besar orang datang melayat waktu penguburan
menunjukkan betapa Br. Bernard dicintai dan dihargai. Dialah salah seorang
Bruder terbaik dari para Bruder awal di Steyl.
3. Indonesia --
SESAJI
oleh: Simon
Bata
Perhatian AJSC untuk SSpS dan SVD di Indonesia bukan saja karena
wilayah karyanya yang luas, melainkan juga jumlah anggotanya yang banyak.
Sejak awal team AJSC menyelenggarakan banyak program untuk animasi rohani,
dengan memberi tekanan pada pembentukan SATs (Spiritual Animation Team;
pada awal bernama Extended Team) di setiap provinsi. Karena Negara ini
tediri dari beberapa provinsi (kini: 4 SVD dan 4 SSpS dan 1 Regio SSpS,
termasuk pula regio SSpS Timor Leste) maka SATs bekerja sama menurut
lingkungan wilayah. Seperti kerja team SATs SSpS-SVD di pulau Timor; kerja
team SSpS-SVD di wilayah Jawa; Di Flores selain SATs provinsi, juga
dibentuk kerja team ke empat provinsi yang menangani animasi rohani
keempat provinsi di Flores.
Di
tingkat nasional dibentuk SESAJI, satu akronim dalam bahasa Indonesia yang
berarti ‘sekretariat bersama Spiritualitas Arnold Janssen Indonesia’. Kata
sesaji itu sendiri sungguh mengensankan. Sesaji atau sesajen adalah
persembahan yang diberikan kepada yang ilahi, atau kepada seorang yang
sangat dihargai karena kehadiran ‘ilahi’ dalam dirinya (seorang raja,
ratu, dukun-tokoh rohani). Kata kerjanya menyanjikan berarti memberikan
hidangan kepada yang lain dan
melayaninya selama bersantap. Karena itu kata sesaji sungguh mengingatkan
kita akan ‘apa sesungguhnya animasi rohani’; yakni menyangkut pelayananan
saudara-i, menyangkut penghargaan setiap pribadi sebagai tempat semayam
Allah, sehingga tiap pribadi dapat bertumbuh kesadaran akan kehadiran
Allah dalam dirinya dan menjadi pribadi yang melayani yang lain.
Tiap
provinsi memimpin sekretariat ini secara bergilir tiap 3 tahun. Sekarang
SSpS dan SVD Timor memimpin Sekretariat ini. Program nasional seperti
tersiat Indonesia diselenggarakan oleh SESAJI. SATs dan SESAJI telah
menyelenggarakan berbagai program untuk berbagai kelompok: para pimpinan
dan anggota SATs sendiri, para novis, kaul sementara, 10 tahun dalam kaul kekal, para
lansia (60 ke atas). Juga program umum dengan tema tertentu ditawarkan
untuk semua sama saduara-i; atau retret tahunan, baik retret ceramah
maupun retret terbimbing. Kegiatan tertentu juga melibatkan kaum awam,
rekan kerja yang dekat dengan kita dan mendukung karya misi kita. Di
kebanyakan provinsi kelompok awam ini disebut ‘soverdia’.
Saya
berkesempatan mengunjungi primpinan provinsi/ Regio (kecuali Regio SSpS
kalimantan) dan SATs; saya juga sempat mengunjungi pimpinan SSpSAP di
Ruteng (Flores Barat). Dari kunjungan ini saya mendapat kesan yang jelas
bahwa para SATs dan pimpinan serius mengupayakan animasi rohani. Menyadari
bahwa animasi roahni adalah tugas utama pimpinan, maka mereka sungguh
membantu SATs, seperti meluangkan waktu untuk refleksi, evaluasi dan
perencanaan bersama anggota SATs dan SESAJI. Semoga semangat ini tetap
bertumbuh.
4. Kegiatan AJSC
beberapa bulan terakhir.
Tersiat gabungan SSpS-SVD (20 Peb – 19 Mei: kelompok berbahasa
Spanyol dan Portugis) dimulai di steyl selama 3 minggu, dan dilanjutkan ke
Oies dan Nemi. Matilde turut menjadi koordinator bersama Tony Pates.
Franziska dan Emmie turut membantu memberikan masukan tentang
spiritualitas, dan Mike membantu untuk retret di Nemi. Mike juga ke Brasil
dan Argentina memberikan seminar untuk para Suster SSpSAP. Ia juga
menyempatkan diri untuk belajar bahasa Portugis selama sebulan di Sao
Paulo. Ini membantu dia untuk tugas masa depan bersama kelompok tersiat
yang berbahasa Spanyol dan Portugis. Juga berguna baginya sebagai
fasilitator dalam Kapitel General SVD mendatang.
Selain
memberikan seminar doa kontemplatip, Franziska sedang menulis sebuah buku pendoman tentang
‘Gereja Atas’ di rumah induk St. Mikhael Steyl. Gereja ini hampir tidak
mengalami perubahan sejak masa Pendiri; buku baru ini bertujuan untuk
menyajikan ciri utama
Spiritualitas Arnold Janssen dan generasi pendiri seperti yang
terungkap lewat karya seni dalam gereja ini.
Emmie
dan Peter ke Polandia, memberikan seminar dan pembekalan untuk para
anggota SATs SSpS-SVD Polandia, Slowakia, Ukraina dan Rusia. Pesertanya
tidak banyak karena seminar dalam bahasa Inggris. Tetapi para peserta
sangat enthusias merencanakan seminar serupa akhir tahun ini dalam bahasa
Polandia/Slowak untuk kelompok yang lebih besar. Peter tinggal lebih lama
di Polandia untuk memberikan seminar dan membimbing retret bagi para
suster SSpSAP. Cuaca sangat dingin di Polandia dan salju terhampar di
mana-mana selama mereka berada di sana. Emmie sekarang mengalami cuaca
yang lain sama sekali karena kini ia sedang berlibur ke negerinya India.
Seperti diberitakan dalam BERITA AJSC yang lalu, Simon pergi ke
Indonesia sehubungan dengan kematian mamanya. Ia meluangkan waktu untuk
bertemu dengan provinsial/regional dan SATs untuk membicarakan program
AJSC mendatang. Kini ia sedang membantu di sebuah paroki di Inggris untuk
memperlancar bahasa Inggrisnya dan memperoleh pengalaman kehidupan paroki.
5. Publikasi
terbaru
Refleksi tentang Muder Yosepha.
Selama
“Tahun Muder Yosefa”, sebagai persiapan untuk beatifikasinya dalam tahun
2007, generalat SSpS menyiapakan refleksi bulanan mengenai pentingnya
Muder Yosepha untuk kita masa kini. Nomor 1 dan 2 (dalam bahasa Inggris,
spanyol, Portugis) kini sudah diedarkan. Para anggota SVD yang berminat
silakan menghubungi provinsial/ Regional SSpS setempat atau Generalat SSpS
di Roma.
Kepustakaan tentang St. Arnold Janssen dan St. Yosef
Freinademetz dihimpun oleh
Manfred Mueller SVD. 83 Halaman. Memuat semua artkel dan buku oleh atau tentang kedua santo
menurut bahasa, sehingga sangat membantu untuk mencari bahan yang
diperlukan. Hanya dalam format elektronis. Anda dapat menemukannya pada
website generalat SVD ‘Member’s
Area – History Corner
Divine Word Spirituality
(An Ascent through the Human
Word) oleh
Paul G. La Forge
SVD. Kata pengantar oleh
Henry Heekeren. Tebal 401
halaman + xix halaman romawi. Diterbikan oleh Satprakashan Sanchar Kendra,
Indore, 2005. Buku ini merupakan hasil refleksi penulis mengenai
pertumbuhan hidup rohaninya selama banyak tahun sebagai seorang misionaris
di Jepang, sebagai pengajar bahasa asing dan etika bisnis pada Universitas
Nanzan; dan mengenai pertumbuhan misi dan spiritualitas dalam SVD dari
Masa Arnold Janssen sampai kini termasuk kapitel General SVD tahun 2000.
Witness to the Word
Readings on St. Arnold Janssen and the SVD Mission
, Oleh
Leonardo Estioko SVD. 142
halaman dengan gambar-gambar. (Logos Publications, Manila, 2005). Judul ini merupakan moto Asosiasi
Pendidikan SVD di Philipina. Buku ini dijadikan sebagai buku bacaan bagi
para pelajar – mahasiswa-i dalam pelajaran agama di sekolah-sekolah kita.
The 1-3-5-3 Bible Key oleh John Shevlin SVD. Brosur 8 halaman ini bisa menjadi
kunci untuk membaca ceritera utama dalam Kitab Suci.
6.
Saling
Kontak
FAX
KAPUT! Mesin fax kami AJSC (3261330) macet. Untuk
sementara silakan menggunakan fax rumah no: +31 77 3261 362. Jika
anda mengirim fax akhir-akhir ini, silakan menghubungi kami lagi, karena
boleh jadi fax anda tidak sampai pada kami. Terimakasih.
Kami terus menempatkan artikel dalam Folder AJSC yang terbuka untuk
umum pada website generalat: http://www.svdcuria.org Klik Site Map/Mapa del sitio,
lalu klik AJSC–CEAJ. Anda dapat membaca dan
menggandakan bahan-bahan tersebut.
Bila anda mempunyai bahan (artikel, program, modul) yang dapat
berguna untuk animasi rohani, silakan mengirimnya kepada kami, supaya kami
menempatkannya pada website folder AJSC, sehingga sama saudara-i lain
dapat menggunakan bahan tersebut. Silakan mengirim bahan tersebut dan
berita tentang program yang anda jalankan di provinsi/ wilayah anda,
dengan alamat: ajscinfo@steyler.nl
BERITA
AJSC ini termuat dalam lima bahasa: Inggris,
Jerman, Spanyol, Portugis dan Indonesia.
Kami menantikan berita dari anda!
Semoga sukses dalam karya anda.
Franziska,
Matilde, Emmie, Simon,
Peter and Michael.
|